Virtual Access Point (VAP) adalah fitur pada router atau access point yang memungkinkan satu perangkat Wi-Fi membuat beberapa jaringan (SSID) sekaligus, sehingga satu router bisa memiliki beberapa nama Wi-Fi dengan fungsi berbeda, misalnya untuk memisahkan jaringan karyawan dan tamu, yang masing-masing memiliki pengaturan akses dan keamanan sendiri, sehingga jaringan menjadi lebih fleksibel, aman, dan efisien tanpa perlu menambah perangkat baru.
BERIKUT LANGKAH-LANGKAH:
R1-ISP
1. Buka Winbox lalu hubungkan ke Router1 menggunakan MAC Address agar tetap bisa login meskipun router belum memiliki IP Address.
2. Setelah berhasil masuk, buka New Terminal lalu ketik perintah "system identity set name=ISP-Kelompok15" kemudian tekan Enter untuk mengubah identitas router menjadi ISP-Kelompok15 yang berfungsi sebagai ISP atau pemancar pada konfigurasi ini.
3. Masuk ke menu Wireless lalu aktifkan wlan1 dengan mencentangnya agar interface wireless dapat digunakan untuk koneksi jaringan.

4. Pada Wireless Tables masuk ke Security Profiles lalu klik tanda (+) untuk menambahkan password, ubah mode menjadi Dynamic Keys, centang WPA PSK dan WPA2 PSK, isi password sesuai WiFi yang terhubung ke laptop, kemudian klik Apply dan OK hingga muncul profile1 yang akan digunakan sebagai pengaman koneksi wireless.
Nah bisa dilihat di sini sudah muncul dengan nama profile1
5. Setelah itu pada wireless tables masuk lagi ke WIFI Interfaces kemudian klik 2× pada wlan lalu ubah Bandnya menjadi 2GHz-B/G/N, ubah frequency nya menjadi 2437, ubah ssdinya sesuai dengan nama wifi yang connect dengan laptop, lalu pada radioname kalian bisa beri nama ISP-Kelompok15 (ini hanya untuk indentitas saja) lalu pada security profiles ubah menjadi profile 1 (karena tadi security profiles nya sudah disetting menjadi profile 1) jika sudah klik scan.
Kemudian klik Start
Lalu pilih wifi yang tersambung di sini sebagai contoh, laptop saya connect ke wifi yang namanya p3k lalu klik wifinya kemudian kalian klik connect.
Jika sudah semua dilakukan lalu kalian klik apply lalu ok
Bisa dilihat di sini status pada wlan sudah R (running) yang menandakan bahwa sudah tersambung.
6. Masuk ke menu IP lalu pilih DHCP Client kemudian klik (+) dan pilih interface wlan1 karena wlan1 adalah interface yang terhubung langsung ke sumber internet sehingga router dapat meminta IP Address, Gateway, dan DNS secara otomatis, lalu klik Apply dan OK hingga DHCP Client berhasil dibuat.
Di sini ip dhcp client sudah berhasil dibuat
7. Kemudahan masuk ke menu Ip lalu pilih address untuk menambahkan ip address, lalu klik + untuk menambahkan, pada address tambahkan ip 31.31.31.1/24 (ip 31 saya dapatkan dari hasil pertambahan kelompok 15+16, sedangkan 1/24 digunakan sebagai subnet mask dengan total 255.255.255.0 agar jaringan dapat menampung banyak host dalam satu network, lalu klik Apply dan OK hingga address berhasil ditambahkan.
Di sini address sudah berhasil ditambah ke ether2
8. Masuk ke menu IP lalu pilih DHCP Server kemudian klik DHCP Setup untuk membuat layanan pembagian IP otomatis kepada client, pilih interface ether2 karena client akan terhubung melalui ether2, lalu klik Next sampai proses setup selesai agar router dapat membagikan IP secara otomatis ke perangkat yang terhubung.
9. Masuk ke New Terminal lalu ketik perintah ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=wlan1 action=masquerade untuk mengaktifkan NAT agar IP lokal dari ether2 dapat diterjemahkan menjadi IP dari wlan1 saat mengakses internet, dimana out-interface dipilih wlan1 karena wlan1 adalah jalur keluar menuju internet, kemudian cek dengan perintah ip firewall nat print untuk memastikan rule NAT sudah aktif.
10. Lakukan pengujian jaringan dengan mengetik perintah ping 8.8.8.8 untuk memastikan koneksi internet aktif dan ping google.com untuk memastikan DNS berjalan dengan baik, jika reply maka konfigurasi berhasil.
BERIKUT LANGKAH-LANGKAH:
R2-PENERIMA
1. JIka suda menyeting ke router1 kemduain kita akan setting pada Router2, Masuk winbox menggunakan mac addres yang didapat dari router 2
2. JIka sudah masuk ke new terminal lalu beri identitas paada routerr 2 dengan mengetk pertintah "system identity set name=VAP-Kelompok16" lalu klik enter.
3. Lalu masuk ke menu IP lalu pilih DHCP Client, kemudian pada menu DHCP Client klik + lalu pada DHCP pilih Interfacenya menjadi ethrt1 lalu appply ok.
nah bisa dilihat di sini ether1 sudah bersatus bound
4. Kemudian masuk lagi ke new terminal lalu cek ping 8.8.8.8 enter.
5. Masuk ke menu Wireless lalu aktifkan wlan1 dengan mencentangnya agar interface wireless dapat digunakan untuk koneksi jaringan.
6. Pada Wireless Tables masuk ke Security Profiles lalu klik tanda (+) untuk menambahkan password, ubah mode menjadi Dynamic Keys, centang WPA PSK dan WPA2 PSK, isi password, kemudian klik Apply dan OK hingga muncul profile1 yang akan digunakan sebagai pengaman koneksi wireless.
7. Kemudian masuk ek WIFI-Interface lalu klik 2 kali pda wlan1, ubah modenya menjadi ap bridge, band menjadi 2GHz-B/G/H, frequency menjadi 2422, ssidnya menjadi Kelompok 15-16, ubah security profilenya menjadi profile1, lalu apply ok.
8. Jika sudah semua lalu pada cek pada pengaturan wifi apakah wifi yang tadi dinuat sudah mencul.
9. Selanjutnya tambahkan IP Address yang akan digunakan sebagai gateway bagi perangkat yang terhubung ke SSID tersebut. Caranya, masuk ke menu IP, lalu pilih Addresses.
10. Kemudian tambahkan IP untuk wlan1 dengan cara klik tanda “+”. Pada bagian Address, isi dengan hasil gabungan nomor absen anggota kelompok. Contohnya 12 + 6 = 18, sehingga Address diisi “18.18.18.1/24”, lalu ubah Interface menjadi wlan1. Setelah itu, klik Apply dan OK.

11. Kemudian buat VAP (Virtual Access Point) dengan membuka menu Wireless, lalu klik tombol “+” dan pilih opsi Virtual untuk menambahkan interface wireless virtual baru pada router
Pada bagian Mode ubah menjadi “ap bridge”, kemudian pada SSID sesuaikan dengan kelompok, yaitu “TamuKelompok15-16”. Pada Master Interface pilih “wlan1”, lalu pada Security Profile ubah menjadi “default”. Setelah itu, klik Apply lalu OK untuk menyimpan interface baru.
Pada bagian ini dapat dilihat bahwa interface wlan2 yang baru dibuat sudah muncul pada daftar WiFi Interface, yang berarti interface tersebut berhasil ditambahkan.
12. Setelah itu, berikan password untuk VAP yang sudah dibuat dengan membuka menu Security Profiles, lalu klik tombol “+” untuk membuat profil keamanan baru. Selanjutnya pada menu Security Profiles, pada kolom Name isi dengan “profile2”, lalu ubah Mode menjadi Dynamic Keys. Pada bagian Authentication Types, centang WPA PSK dan WPA2 PSK. Kemudian pada bagian WPA/WPA2 Pre-Shared Key, masukkan password yang diinginkan untuk interface baru, yaitu “Kelompok16-15”. Jika semua pengaturan sudah benar, klik Apply lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.
13. Selanjutnya buka kembali menu Wireless Interfaces, lalu double-click wlan2 (interface virtual yang telah dibuat). pada bagian Security Profile pilih profil keamanan yang telah dibuat sebelumnya. Pada opsi Master Interface, pilih wlan1 karena interface tersebut merupakan interface fisik utama yang menjadi dasar bagi VAP, sehingga wlan2 dapat memancarkan sinyal melalui radio yang sama. Jika semua pengaturan sudah benar, klik Apply lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.
Setelah konfigurasi di-Apply, SSID yang baru dibuat akan muncul pada daftar jaringan WiFi di perangkat kalian.
14. Karena SSID dari wlan2 sudah terlihat namun belum dapat digunakan, kita perlu menambahkan IP Address sebagai gateway untuk interface tersebut. Caranya, masuk ke menu IP, lalu pilih Addresses.
Kemudian tambahkan IP untuk wlan2 dengan cara klik tanda “+”. Pada bagian Address, isi dengan hasil gabungan nomor absen anggota kelompok. Contohnya 39 + 2 = 41, sehingga Address diisi “41.41.41.1/24”, lalu ubah Interface menjadi wlan2. Setelah itu, klik Apply dan OK.
15. Selanjutnya masuk ke menu IP dan pilih yang bagian DHCP Server.
Selanjutnya lakukan konfigurasi DHCP Server dengan memilih menu DHCP Setup. Pada bagian DHCP Server Interface, pilih wlan1, kemudian tekan Next atau Enter hingga proses konfigurasi selesai.
16. Kemudian pada interface wlan2 kita akan mengaktifkan fitur Hotspot. Masuk ke menu IP, pilih Hotspot, lalu klik Hotspot Setup untuk memulai proses konfigurasi.
Lalu pada bagian HotSpot Interface pilih wlan2, kemudian klik Next hingga muncul bagian DNS Name, lalu isi dengan nama bebas yang diakhiri .net (contoh: Kelompok15-16.net). Setelah itu lanjutkan ke pengaturan username dan password Hotspot. Biasanya username default adalah admin dan password dapat dikosongkan atau disesuaikan. Klik Next hingga proses selesai. Jika konfigurasi berhasil, setiap perangkat yang terhubung ke wlan2 harus melakukan login terlebih dahulu sebelum dapat mengakses internet.
Pada bagian ini kita bisa lihat bahwa konfigurasi Hotspot yang tadi kita lakukan sudah terdaftar atau sudah berhasil kita Setup.
17. Selanjutnya, tambahkan konfigurasi NAT agar koneksi dari jaringan lokal dapat diteruskan ke R1 melalui ether1. Caranya, masuk ke menu IP, pilih Firewall, buka tab NAT, lalu klik tombol “+” untuk membuat rule baru.
18. Pada tab General, pastikan Chain diatur ke srcnat, lalu pada bagian Out. Interface pilih ether1, karena R2 terhubung ke R1 melalui interface tersebut. Kemudian pindah ke tab Action, ubah Action menjadi masquerade, lalu klik Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan.

19. Selanjutnya lakukan pengujian koneksi WiFi dengan menghubungkan laptop ke SSID wlan1 yang sudah dibuat sebelumnya. Setelah terhubung, buka Control Panel, masuk ke Network and Internet, lalu pilih Network Connections. Klik pada WiFi, pilih Status, kemudian tekan Details untuk melihat informasi jaringan seperti IPv4 Address, Gateway, dan DNS yang diberikan oleh router.

Selanjutnya, coba lakukan ping ke 8.8.8.8 melalui CMD. Caranya, buka aplikasi CMD, lalu ketik "ping 8.8.8.8" dan tekan Enter. Jika hasilnya Reply, berarti laptop berhasil terhubung ke internet melalui jaringan yang telah dikonfigurasi.
20. Untuk wlan2, pengujian dilakukan menggunakan handphone. Sambungkan handphone ke SSID wlan2, dan setelah terhubung akan muncul halaman login karena interface ini menggunakan sistem Hotspot. Pada halaman login, masukkan username: admin dan biarkan password kosong, lalu tekan Connect hingga perangkat berhasil tersambung ke internet. Login ini diperlukan karena fitur Hotspot menggunakan mekanisme autentikasi, sehingga setiap perangkat yang terhubung harus melakukan login terlebih dahulu sebelum dapat mengakses internet.
21. Untuk melihat jumlah dan daftar perangkat yang terhubung ke wlan1 maupun wlan2, buka menu Wireless, lalu masuk ke tab Registration untuk menampilkan perangkat yang sedang terkoneksi secara nirkabel. Selain itu, kalian juga dapat memeriksa melalui menu IP → DHCP Server → Leases untuk melihat perangkat mana saja yang telah mendapatkan IP Address dari router.
SEKIAN TUTORIAL VIRTUAL ACCESS POINT
DARI SAYA SEMOGA BERMANFAAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar