Point-to-Multipoint (PtMP)
Point-to-Multipoint (PtMP) adalah metode komunikasi jaringan di mana satu titik sebagai sumber dapat mengirimkan data ke banyak titik tujuan secara bersamaan. Konsep ini sering digunakan dalam jaringan nirkabel, seperti WiFi, di mana satu router mampu melayani banyak perangkat seperti ponsel dan laptop dalam waktu yang sama.
Sistem ini dinilai efisien karena tidak perlu mengirimkan data satu per satu ke setiap perangkat, sehingga lebih hemat waktu dan sumber daya. Selain itu, Point-to-Multipoint juga banyak diterapkan pada:
• Menara BTS yang melayani banyak pengguna sekaligus
• Jaringan internet wireless seperti RT/RW Net
• Router WiFi di rumah atau sekolah
Alamat IP yang Digunakan
AP Pemancar : 18.18.18.1/24
AP Penerima : 2.2.2.1/24
Station / Client : 39.39.39.1/24
BERIKUT LANGKAH-LANGKAH R1:
1. Pada Router 1 lakukan login melalui Winbox menggunakan IP Address yang didapat dari Router 1 agar dapat masuk ke sistem konfigurasi.
2. Setelah berhasil login, masuk ke New Terminal lalu ubah identitas router dengan mengetik perintah system identity set name=AP-Kelompok15 kemudian tekan Enter agar router mudah dikenali sebagai Access Point.
3. Masuk ke menu IP lalu pilih DHCP Client kemudian klik tanda (+) dan ubah interface menjadi ether1 karena ether1 terhubung ke sumber internet, lalu klik Apply dan OK hingga status DHCP Client menjadi bound yang menandakan router sudah mendapatkan IP secara otomatis.
Bisa dilihat di acp clien ether1 sudah diminta dan berstatus bound.
4. Untuk memastikan gateway sudah didapatkan, masuk ke menu IP lalu pilih Routes dan periksa apakah gateway sudah muncul pada interface ether1 sebagai jalur keluar menuju internet.
5. Masuk ke New Terminal lalu lakukan ping ke alamat gateway yang diperoleh untuk memastikan router sudah terhubung ke jaringan sumber.
6. Lakukan juga pengujian dengan perintah ping 8.8.8.8 untuk memastikan koneksi internet aktif dan ping google.com untuk memastikan DNS berfungsi dengan baik.
7. Masuk ke menu Wireless lalu pilih Security Profiles kemudian klik (+), biarkan nama tetap profile1, ubah mode menjadi Dynamic Keys, centang WPA PSK dan WPA2 PSK pada Authentication Types, lalu masukkan password pada WPA Pre-Shared Key dan WPA2 Pre-Shared Key kemudian klik Apply dan OK hingga profile1 berhasil dibuat sebagai pengaman jaringan.
Nah bisa dilihat disini profile 1 sudah dibuat
8. Masuk ke Wireless lalu pilih WiFi Interfaces kemudian aktifkan wlan1 dengan cara mengklik wlan1 lalu tekan tombol centang agar interface wireless dapat digunakan.
9. Klik dua kali pada wlan1 lalu ubah Mode menjadi ap bridge karena router akan berfungsi sebagai pemancar utama, ubah Band menjadi 2GHz-B/G/N agar kompatibel dengan banyak perangkat, ubah Frequency menjadi 2472 untuk menentukan channel, isi SSID menjadi Kelompok15-16 agar mudah dikenali, ubah Radio Name menjadi AP-Kelompok15 sebagai identitas perangkat, pilih Security Profile menjadi profile1, ubah Country menjadi Indonesia agar menyesuaikan regulasi frekuensi, lalu klik Apply dan OK.
10. Periksa pada pengaturan WiFi di perangkat lain untuk memastikan SSID Kelompok15-16 sudah muncul dan dapat dideteksi.
11. Tambahkan IP Address dengan masuk ke menu IP lalu pilih Addresses kemudian klik (+) dan masukkan address 18.18.18.1/24 pada interface wlan1 karena wlan1 berfungsi sebagai jaringan utama bagi client, lalu klik Apply dan OK hingga IP Address berhasil dibuat.
nah di sini ip address dengan wlan1 sudah berhasil dibuat
9. Masuk kembali ke menu IP lalu pilih DHCP Server kemudian klik DHCP Setup, pilih interface wlan1 karena client akan terhubung melalui wlan1, lalu klik Next sampai proses selesai agar router dapat membagikan IP otomatis kepada semua client yang terhubung.
Nah di sini sudah muncul
10. Selanjutnya kita masuk ke menu Wireless.Lalu pada menu Registration terlihat bahwa Client-Kelompok1 (yang adalah R2) sudah berhasil terhubung ke wlan1 R1, ditandai dengan munculnya MAC address dan status koneksi aktif beserta informasi sinyal dan kecepatan transmisinya.
11. Selanjutnya kita buka Control Panel dan pilih yang Network and Internet.
Lalu kita pilih yang Network and Sharing Center.
Selanjutnya kalian klik kanan pada Ethernet 3 dan kalian klik pada bagian Details.
Pada bagian ini bisa dilihat bahwa R1 mendapatkan IP 2.2.2.254 dengan gateway 2.2.2.1 yang sesuai dengan yang tadi kita tambahkan pada R2, karena R2 sudah dikonfigurasi sebagai DHCP Server pada interface ether2 dengan network 2.2.2.0/24, sehingga R1 yang terhubung ke interface tersebut otomatis menerima IP sesuai pengaturan DHCP yang dibuat di R2.
12. Selanjutnya kita akan coba ping di cmd, buka aplikasi cmd.
Jika sudah, selanjutnya lakukan ping ke Gateway R1 dengan mengetik "ping 2.2.2.1" lalu tekan Enter. Jika hasilnya Reply, berarti interface R1 aktif dan konfigurasi IP sudah benar.
Kemudian lakukan ping ke Gateway R2 dan IP Address R2 dengan mengetik "ping 2.2.2.1" dan "ping 2.2.2.254", lalu tekan Enter. Jika keduanya menghasilkan Reply, berarti R1 sudah dapat terhubung ke Gateway dan IP Address R2 tanpa masalah.
13. Selanjutnya tambahkan IP Firewall. Caranya, buka New Terminal, lalu ketik perintah "ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade" kemudian tekan Enter. Setelah itu, untuk melihat daftar IP Firewall, ketik "ip firewall nat pr" lalu tekan Enter.
14. Selanjutnya lakukan ping ke 8.8.8.8 dan google.com dengan mengetik "ping 8.8.8.8" dan "ping google.com", lalu tekan Enter. Jika hasilnya Reply, berarti koneksi internet dan DNS pada R1 sudah berfungsi dengan baik.
15. Kemudian lakukan ping ke 8.8.8.8 dan google.com melalui CMD. Caranya, buka aplikasi CMD, lalu ketik "ping 8.8.8.8" dan "ping google.com", kemudian tekan Enter. Jika hasilnya Reply, berarti koneksi internet dan DNS pada R2 sudah berfungsi dengan baik.
16. Selanjutnya sambungkan 4 HP ke R1 melalui SSID yang telah dibuat. Setelah terhubung, pada menu Registration akan terlihat tambahan 4 Radio Name dari HP yang tersambung. Hal ini menandakan bahwa perangkat sudah berhasil terhubung ke wlan1 R1, ditandai dengan munculnya MAC Address, status koneksi aktif, serta informasi sinyal dan kecepatan transmisinya.
17. Selanjutnya periksa ip pada 4 perangkat yang tersambung.


18. Lalu kita coba ping di new terminal menggunakan ke empat ip tersebut, di hp 1 terdapat ip dengan angka "18.18.18.250", di hp 2 terdapat ip dengan angka "18.18.18.251", di hp 3 terdapat ip dengan angka "18.18.18.252", dan di hp 4 terdapat ip dengan angka "18.18.18.253". Di sini dapat dilihat bahwa hasilnya Reply, yang menunjukkan bahwa router sudah dapat menjangkau IP hotspot dari HP. Hal ini berarti koneksi AP ke tethering HP berfungsi dengan baik dan IP yang muncul sesuai dengan alamat yang diberikan oleh hotspot HP.

BERIKUT LANGKAH-LANGKAH R2:
1. Pada Router 2 lakukan login melalui Winbox menggunakan IP Address yang didapat dari Router 2 agar dapat masuk ke sistem konfigurasi.
2. Setelah berhasil login, masuk ke New Terminal lalu ubah identitas router dengan mengetik perintah system identity set name=Clint-Kelompok16 kemudian tekan Enter agar router mudah dikenali sebagai Client.
3. Setelah login, masuk ke menu Wireless. Pada bagian WiFi Interfaces, pilih wlan1. Karena statusnya Disable atau terdapat tanda “X”, maka interface tersebut perlu diaktifkan. Caranya, klik ikon centang pada interface tersebut hingga statusnya berubah menjadi Enable atau aktif.
Jika sudah diaktifkan, tanda silang (X) yang sebelumnya ada akan hilang, yang menandakan bahwa wlan1 sudah aktif.
4. Setelah itu, buka menu Security Profiles, lalu klik tombol “+” untuk menambahkan keamanan pada jaringan WiFi.
Selanjutnya pada menu Security Profiles, pada kolom Name isi dengan “profile1”, lalu ubah Mode menjadi Dynamic Keys. Pada bagian Authentication Types, centang WPA PSK dan WPA2 PSK. Kemudian pada bagian WPA/WPA2 Pre-Shared Key, masukkan password sesuai yang digunakan di R1, yaitu “Kelompok15-16”. Jika semua pengaturan sudah benar, klik Apply lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.
Jika pada daftar Security Profiles sudah muncul profil yang tadi ditambahkan, artinya profil tersebut berhasil ditambahkan.
Selanjutnya buka menu WiFi Interfaces, lalu klik 2 kali pada wlan1. Pada bagian Mode ubah menjadi “station”, kemudian pada Band ubah menjadi “2GHz-B/G/N”, dan pada Frequency ubah menjadi “2472”. Selanjutnya pada SSID sesuaikan dengan kelompok, yaitu “Kelompok9-10”. Pada bagian Radio Name ubah menjadi “Client-Kelompok 10”, lalu pada Security Profile pilih “profile1” sesuai profil yang telah ditambahkan. Terakhir, pada bagian Country ubah menjadi “indonesia”. Setelah itu, klik Scanner untuk mendeteksi dan memilih WiFi yang akan dihubungkan oleh Mikrotik (mode station).
Klik start.
Di sini kita akan mencari jaringan WiFi yang tadi ditambahkan dengan nama yang sesuai, kemudian klik Connect.
Jika sudah kalian klik Connect, pada bagian mode akan berubah sendiri menjadi "station bridge", lalu kalian klik Apply dan OK.
Jika sudah, klik Apply lalu OK. Setelah itu, pada wlan1 statusnya akan berubah menjadi “R” atau Running, yang menandakan bahwa perangkat sudah terhubung.
5. Selanjutnya kita akan meminta IP DHCP Client. Caranya, masuk ke menu IP, kemudian pilih DHCP Client.
Selanjutnya tambahkan DHCP Client dengan cara klik tanda (+), kemudian ubah bagian Interface menjadi wlan1, lalu klik Apply dan OK.
Jika sudah berhasil, DHCP Client yang ditambahkan akan muncul pada daftar DHCP Client dan pastikan statusnya bound. Hal ini menunjukkan bahwa R2 telah mendapatkan IP Address dari DHCP Server yang ada di R1, sehingga IP yang diperoleh sesuai dengan yang telah dikonfigurasi sebelumnya.
6. Selanjutnya kita masuk ke new terminal, Jika sudah kemudian lakukan ping ke Gateway R1 dengan mengetik "ping 18.18.18.1" lalu tekan Enter. Jika hasilnya Reply, berarti R2 sudah berhasil terhubung ke R1 melalui jaringan WiFi, sehingga komunikasi antar router berjalan dengan normal.
7. Selanjutnya kita akan menambahkan IP Address, caranya kalian pilih menu IP lalu pilih bagian yang Addresses.
Kemudian tambahkan IP untuk ether1 dengan cara klik tanda “+”. Pada bagian Address isi “2.2.2.1/24” sesuai nomor absen terkecil di kelompok 16, lalu ubah Interface menjadi ether1. Setelah itu, klik Apply dan OK.
Selanjutnya tambahkan IP untuk ether2 dengan cara klik tanda “+”. Pada bagian Address isi “39.39.39.1/24” sesuai nomor absen terbesar di kelompok 16, lalu ubah Interface menjadi ether2. Setelah itu, klik Apply dan OK.
Pada bagian ini dapat dilihat bahwa IP pada ether1 dan ether2 sudah berhasil dibuat. Jika sudah terdaftar pada daftar IP, berarti proses penambahan IP telah berhasil dilakukan.
8. Selanjutnya kita masuk ke menu IP dan pilih yang bagian DHCP Server.
Selanjutnya lakukan konfigurasi DHCP Server dengan memilih menu DHCP Setup. Pada bagian DHCP Server Interface, pilih ether1, kemudian tekan Next atau Enter hingga proses konfigurasi selesai.
Selanjutnya lakukan konfigurasi DHCP Server dengan memilih menu DHCP Setup. Pada bagian DHCP Server Interface, pilih ether2, kemudian tekan Next atau Enter hingga proses konfigurasi selesai.
Pada bagian ini dapat dilihat bahwa konfigurasi DHCP Server yang telah dilakukan sudah berhasil dan terdaftar. Di sini terlihat bahwa ether1 berwarna merah, yang berarti belum ada perangkat yang terhubung ke ether1.
9. Selanjutnya kita buka Control Panel dan pilih yang Network and Internet.
Lalu kita pilih yang Network and Sharing Center.
Selanjutnya kalian klik kanan pada Ethernet, Jika sudah lalu kalian klik pada bagian Details.

Pada bagian ini dapat dilihat bahwa kita mendapatkan IP 39.39.39.254 dengan Gateway 39.39.39.1. Hal ini terjadi karena ether2 pada R2 berfungsi sebagai DHCP Server yang secara otomatis membagikan IP sesuai dengan range yang telah dibuat.
10. Selanjutnya masuk ke menu IP → DHCP Server. Di sini dapat dilihat bahwa ether1 sudah tidak berwarna merah, yang berarti sudah ada perangkat yang terhubung ke ether1.
11. Selanjutnya masuk ke new terminal. Coba lakukan ping ke IP Address yang didapat pada R1 dengan mengetik "ping 2.2.2.254" lalu tekan Enter. Jika hasilnya Reply, berarti R2 sudah berhasil terhubung ke R1. Kemudian lakukan juga ping ke IP Address yang didapat pada R2 dengan mengetik "ping 39.39.39.254" lalu tekan Enter. Jika hasilnya Reply, berarti client sudah berhasil terhubung ke R2 dan dapat berkomunikasi dengan IP ether2 R2.
12. Selanjutnya kita akan coba ping di cmd, buka aplikasi cmd.
Jika sudah, selanjutnya lakukan ping ke Gateway R2 dengan mengetik "ping 2.2.2.1" lalu tekan Enter. Jika hasilnya Reply, berarti interface pada R2 aktif dan konfigurasi IP sudah benar. Kemudian lakukan ping ke Gateway R1 dengan mengetik "ping 39.39.39.1" lalu tekan Enter. Jika hasilnya Reply, berarti komunikasi antara R1 dan R2 sudah terhubung dengan baik.
Lalu lakukan ping ke IP Address R1 dengan mengetik "ping 2.2.2.254" lalu tekan Enter. Jika hasilnya Reply, berarti R2 sudah berhasil terhubung ke R1.
Terakhir, lakukan ping ke 8.8.8.8 dan google.com dengan mengetik "ping 8.8.8.8" dan "ping google.com", lalu tekan Enter. Jika hasilnya Reply, berarti koneksi internet dan DNS pada R2 sudah berfungsi dengan baik.
SEKIAN TUTORIAL POINT TO MULTI POINT
DARI SAYA SEMOGA BERMANFAAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar