Rabu, 22 Oktober 2025

lab 2.4 KONFIGURASI IP POOL

 Konfigurasi IP Pool adalah pengaturan sekumpulan alamat IP yang disediakan oleh DHCP server untuk dibagikan secara otomatis kepada perangkat yang terhubung ke jaringan. Tujuannya agar setiap perangkat mendapat alamat IP secara cepat tanpa pengaturan manual, mencegah terjadinya bentrokan IP, dan mempermudah pengelolaan jaringan.


BERIKUT LANGKAH-LANGKAH KONFIGURASI IP POOL:

1. Langkah pertama yaitu tambahkan router Mikrotik, dengan cara klik kanan lalu pilih Node dan pilih yang Mikrotik RouterOS. Kemudian pada Router diberi nama R1-Aini untuk identifikasi, icon nya ubah menjadi Router.png yang digunakan agar mudah dikenali di topologi, 


2. Selanjutnya, pada bagian Secondary Console diubah menjadi WinBox, lalu pada bagian Ethernet diubah menjadi 5, dan pada bagian Qemu Options jangan lupa di hapus, jika sudah lalu klik save.


3. Lalu tambahkan Networknya dengan cara klik kanan, setelah itu pilih yang Network, kemudian ganti Name/Prefix nya menjadi Internet, dan ganti type nya menjadi Management(cloud0), lalu klik save.


4. Selanjutnya hubungkan Internet dengan Routernya lalu klik save. Kemudian tambahkan switch dengan cara klik kanan, setelah itu pilih yang Network, kemudian ganti Name/Prefix nya menjadi switch, lalu klik save.


5. Setelah itu tambahkan VPC, dengan cara klik kanan dan pilih "Node" lalu pilih "Virtual PC (VPCS)". Kemudian pada bagian Number of nodes to add isi menjadi 2 agar bisa menambahkan 2 VPC sekaligus, jika sudah lalu klik save.


6. Selanjutnya hubungkan router, internet, switch, dan vpc nya seperti gambar berikut, Lalu hidupkan semuanya


7. Kemudian masuk ke terminal, lalu pada bagian Login isi "admin" dan passwordnya kosongkan saja, lalu klik enter. Pada bagian new password klik Ctrl+C dan Ctrl+L untuk menghilangkan perintah sebelumnya. Selanjutnya ubah nama identitas pada mikrotik, dengan cara ketik "system identity set name=R1-Aini" lalu enter. Lalu ketik "ip address pr" untuk melihat alamat ip pada interface router dan lalu klik enter


8. Kemudian kita akan coba ngeping ke ip DNS untuk mengecek apakah router sudah terhubung ke internet atau belum, caranya ketik "ping 8.8.8.8" lalu enter, jika hasilnya reply selanjutnya kita coba ngeping ke google, caranya ketik "ping google.com" lalu klik enter.


9. Selanjutnya tambahkan alamat ip pada ether2, caranya ketik "ip address add address=50.50.50.1/24 interface=ether2" lalu klik enter, jika sudah cek ip nya, dengan cara ketik "ip address pr" dan klik enter.


10. Kemudian mari buat ip pool nya, dengan cara ketik "ip pool add name=LabA2-50 ranges=50.50.50.2-50.50.50.50" lalu enter,  jika sudah kita cek ip nya, dengan cara ketik "ip pool pr" dan klik enter.


11. Selanjutnya tambahkan pengaturan jaringan bagi DHCP Server, caranya ketik "ip dhcp-server network add address=50.50.50.0/24 gateway=50.50.50.1 dns-server=8.8.8.8 netmask=255.255.255.0" lalu enter, jika sudah cek ip nya, dengan cara ketik "ip dhcp-server network pr" lalu klik enter.


12. Setelah itu kita coba cek ip nya, caranya ketik "ip dhcp-server pr" lalu enter, disini bisa dilihat ada tanda X yang artinya disable. Karena ip nya disable, sekarang kita ubah menjadi enable terlebih dahulu dengan cara yaitu ketik "ip dhcp-server enable 0" lalu enter, kemudian coba cek ip nya, caranya kalian ketik "ip dhcp-server pr" lalu enter,maka bisa kita lihat bahwa sudah tidak ada tanda X nya yang artinya sudah bersifat enable. 


13. Kemudian coba cek padaVPC2, caranya kita coba minta ip nya request dari client ke router, caranya ketik "ip dhcp" lalu enter dan pastikan hasilnya DORA, bisa dilihat bahwa VPC2 sudah mendapatkan ip nya.


14. Langkah selanjutnya karena ingin menambahkan interface maka harus menambahkan switch nya juga, caranya klik kanan setelah itu pilih Network, kemudian ganti Name/Prefix nya menjadi switch, lalu klik save. Setelah itu tambahkan VPC dengan cara klik kanan dan pilih "Node" lalu pilih "Virtual PC (VPCS)", jika sudah lalu klik save. 




15. Setelah itu jika sudah langkah selanjutnya buka winbox untuk setting interface ether3 pada winbox, caranya pada bagian Connect to isi ip nya sesuai dengan yang ada pada Neighbors dan loginnya isi admin, lalu klik Connect.


16. Jika sudah Connect, klik IP dan pilih yang Addresses.


17. Selanjutnya kita tambahkan ip nya, dengan cara klik tanda "+" lalu pada bagian Address isi dengan ip ketik "30.30.30.1/24" dan interface nya diubah menjadi ether3, kemudian klik Apply dan klik OK.


Bisa dilihat bahwa ether3 yang ditambahkan sudah berhasil.


18. Selanjutnya kita akan buat IP Pool nya, caranya klik IP dan pilih yang Pool.


19. Jika sudah tambahkan IP Pool, caranya klik tanda "+", lalu  pada bagian Name ubah menjadi "LAB B2-130" dan pada Addresses isi dengan "30.30.30.2-30.30.30.130", kemudian klik Apply dan klik OK.


Bisa dilihat bahwa IP Pool nya sudah ada




20. Kemudian tambahkan IP DHCP Server, caranya klik IP dan pilih yang DHCP Server.


21. Selanjutnya untuk menambahkan IP nya klik tanda "+" lalu pada bagian interface ubah menjadi "ether3" dan pada bagian Address Pool nya ubah menjadi "LAB B2-130" jika sudah klik Apply dan klik OK.


Bisa dilihat IP DHCP yang tadi di tambahkan sudah ada


22. Selanjutnya tambahkan network, dengan cara klik yang Networks, lalu klik tanda "+" pada bagian Address isi dengan "30.30.30.0/24", pada bagian Gateway isi "30.30.30.1" , pada bagian Netmask isi 24, dan yang terakhir pada bagian DNS Servers isi "8.8.8.8", jika sudah semua klik Apply dan klik OK.


Bisa dilihat Networks yang tadi di tambahkan sudah ada 


23. Setelah itu akan mengubah nama ether2, dengan cara double klik pada dhcp1 lalu di bagian Name isi dengan "ServerA", jika sudah lalu klik Apply dan klik OK.


24. Selanjutnya pada ether3 juga kita ubah namanya, caranya double klik pada server1 lalu di bagian Name isi dengan "ServerB", jika sudah lalu klik Apply dan klik OK.


25. Jika sudah semua bisa dilihat bahwa pada ether2 dan ether3 nama nya sudah berubah sesuai dengan yang kita isi tadi 


26. Langkah terakhir akan coba pada VPC, caranya kita coba minta ip nya request dari client ke router, dengan cara yaitu ketik "ip dhcp" lalu enter dan pastikan hasilnya DORA, bisa dilihat bahwa VPC2 sudah mendapatkan ip nya 30, selanjutnya kita akan coba ngeping ke 30.30.30.1 apakah sudah reply atau belum, dengan cara ketik "ping 30.30.30.1" lalu enter, maka disini hasilnya sudah reply.


SEKIAN LANGKAH-LANGKAH KONFIGURASI IP POOL OLEH SAYA SEMOGA TUTORIAL INI BERMANFAAT, MAAF JIKA ADA KEKURANGAN DAN KESALAHAN KATA.













































































Selasa, 21 Oktober 2025

lab 2.3 KONFIGURASI DHCP SERVER LEASE MANAGEMENT

 Konfigurasi DHCP Server - Lease Management

Lease management pada DHCP Server adalah proses pengelolaan waktu peminjaman (lease time) alamat IP yang diberikan kepada klien. DHCP server akan menyewakan IP untuk jangka waktu tertentu, dan setelah waktu itu habis, klien harus memperpanjang lease agar tetap bisa menggunakan IP tersebut.

Secara lebih jelasnya, fungsinya adalah:

  1. Menghindari konflik IP — karena setiap IP diberikan dan dikontrol oleh server dengan batas waktu tertentu.

  2. Mengoptimalkan penggunaan IP — IP yang tidak digunakan lagi (lease habis) bisa diberikan ke perangkat lain.

  3. Mengatur waktu pemakaian jaringan — admin bisa menentukan berapa lama klien boleh memakai IP.

  4. Mempermudah manajemen jaringan — proses pemberian, perpanjangan, dan pelepasan IP dilakukan otomatis tanpa harus manual.


BERIKUT LANGKAH-LANGKAH KONFIGURASI DHCP SERVER

 LEASE MANAGEMENT:

1. Langkah pertama yaitu buka terminal Mikrotik lalu ketik "ip address pr" lalu enter maka akan muncul ip, Kemudian ketik kembali "ip dhcp-server lease pr" lalu enter




2. Selanjutnya klik VPC2 lalu ketik "ip dhcp" lalu enter setelah itu ketik "sh ip" kemudian enter untuk melihat ip dhcp. Selanjutnya ngeping dengan cara ketik "ping 20.20.20.1" lalu enter. 


3. Setelah itu kembali ke terminal Mikrotik lalu ketik "ip dhcp-server lease pr" lalu enter untuk melihat bahwa address urutan 1 ada D nya yaitu dynamic


4. Langkah selanjutnya untuk menghapus D (dynamic) nya dengan cara ketik "ip dhcp-server lease make-static numbers=1" lalu klik enter. Kemudian verifikasi sudah berubah atau belum dengan cara ketik "ip dhcp-server lease pr" lalu klik enter


5. Selanjutnya ketik "ip dhcp-server lease set 1 user-src-mac=yes" lalu klik enter


6. Setelah itu ketik "ip dhcp-server set 1 add-arp=yes" lalu klik enter, Kemudian ketik "interface ethernet pr" lalu klik enter kembali




7. Selanjutnya ketik "interface ethernet set 2 arp=reply-only" lalu klik enter. Kemudian ketik "interface ethernet pr" lalu klik enter jika sudah maka bisa dilihat bahwa ether3 sudah berubah menjadi reply-only


8. Lalu klik VPC2 untuk menguji kemudian ketik "clear ip" lalu enter kemudian ketik "sh ip" untuk  memunculkan ip dhcp tetapi kosong tandanya belum terisi


Selanjutnya tambahkan ip dengan cara ketik "ip 20.20.20.2/24 20.20.20.1" lalu enter


Ternyata tidak bisa karena ip tersebut sudah dipakai oleh VPC lain maka harus di ganti, cara gantinya ketik "ip 20.20.20.3/24 20.20.20.1" lalu klik enter


9. Setelah itu kita akan coba ngeping ke gateway nya apakah bisa atau tidak dengan cara ketik "ping 20.20.20.1" lalu enter


10. Selanjutnya yaitu klik terminal Mikrotik kembali lalu ketik "ip address pr" lalu klik enter. Kemudian salin ip address tersebut untuk di Winbox


10. Langkah selanjutnya yaitu search aplikasi Winbox pada kolom pencarian lalu klik open


11. Kemudian ketik "192.168.209.162" pada Connect To lalu klik "Connect"


12. Kemudian akan mengubah VPC4 untuk request ip dhcp dengan cara yaitu ketik "ip dhcp" lalu klik enter 


13. Setelah itu masuk lagi pada Winbox klik "IP" lalu klik "DHCP SERVER" kemudian klik "Leases" 



14. Selanjutnya klik kanan 2 kali paling bawah yang masih D (dynamic) lalu ubah menjadi Make Static untuk menghilangkan D (dynamic) nya dengan cara klik "Make Static" 



15. Kemudian akan berubah tidak ada lagi D (dynamic) nya pada address tersebut


16. Langkah selanjutnya menjadikan arp reply-only dengan cara klik 2 kali lalu ubah Address nya menjadi "30.30.30.10" kemudian centang "Use Src.MAC Address" lalu klik "Apply" dan klik "OK"


Maka angkanya akan berubah menjadi 30.30.30.10 seperti gambar berikut


17. Langkah selanjutnya klik "DHCP" lalu klik "ether2" dan scroll kebawah lalu centang pada bagian "Add ARP For Leases" lalu klik "Apply" kemudian klik "OK" 



18. Kemudian klik "Interface" lalu klik ether3 lalu pada bagian ARP klik "reply-only" setelah itu klik "Apply" dan "OK"



19. Setelah itu kita akan uji coba di client dengan cara masuk ke terminal lagi tetapi klik VPC4 lalu ketik "clear ip" lalu enter kemudian ketik "sh ip" lalu enter


20. Selanjutnya ketik "ip 30.30.30.20/24 30.30.30.1" lalu enter kemudian ngeping dengan cara "ping 30.30.30.1" ternyata timeout karena staticnya adalah 10 maka tidak bisa


21. Kemudian ketik kembali "ip 30.30.30.20/24 30.30.30.1" lalu enter dan ngeping kembali dengan cara ketik "ping 30.30.30.1" 


22. Langkah terakhir bagaimana agar bisa reply caranya yaitu ketik "ip dhcp" lalu enter dan ketik "ping 30.30.30.1" lalu enter



SEKIAN LANGKAH-LANGKAH KONFIGURASI DHCP SERVER LEASE MANAGEMENT OLEH SAYA SEMOGA TUTORIAL INI BERMANFAAT, MAAF JIKA ADA KEKURANGAN DAN KESALAHAN KATA.









































































LAB 5.4 TOOLS WIRELESS

  TOOLS WIRELESS  adalah alat atau perangkat yang digunakan untuk membuat, mengatur, dan mengelola jaringan tanpa kabel (nirkabel) . Artinya...