Senin, 30 Maret 2026

LAB 5.5 ACCESS LIST DAN CONNECT LIST

 Access List (ACL) adalah sekumpulan aturan yang digunakan untuk mengatur dan membatasi lalu lintas jaringan. ACL bekerja dengan cara menentukan apakah suatu paket data diizinkan (permit) atau ditolak (deny) berdasarkan kriteria seperti alamat IP, port, atau protokol. Fungsi utamanya adalah untuk menjaga keamanan jaringan dan mengontrol akses pengguna agar sesuai dengan kebijakan yang diterapkan, misalnya hanya perangkat tertentu yang boleh mengakses server atau internet.


Connect List adalah daftar yang menampilkan perangkat atau pengguna yang sedang terhubung ke jaringan secara aktif. Informasi yang ditampilkan biasanya meliputi alamat IP, MAC address, dan status koneksi. Connect list digunakan untuk keperluan monitoring jaringan, sehingga dapat diketahui siapa saja yang sedang menggunakan jaringan, mendeteksi perangkat asing, serta mengawasi penggunaan bandwidth.


BERIKUT LANGKAH-LANGKAH: 


1. Langkah pertama, hubungkan 4 handphone dan 1 laptop ke SSID yang telah dibuat, yaitu Kelompok9-10. Setelah semua perangkat terhubung, buka menu Wireless, lalu pilih bagian Registration untuk melihat daftar perangkat yang terkoneksi pada interface wlan1. 


Di sini akan terlihat bahwa terdapat 4 handphone, 1 laptop, serta perangkat client/R2 yang berhasil terhubung ke wlan1. Selain itu, informasi perangkat yang terhubung juga dapat dicek melalui menu IP → DHCP Server → Leases, untuk melihat perangkat mana saja yang telah mendapatkan IP Address dari router.







2. Setelah itu, pilih 2 alamat MAC Address atau 2 perangkat handphone yang ingin dimasukkan ke dalam Access List. Fitur Access List berfungsi untuk mengatur perangkat mana saja yang diizinkan atau diblokir untuk terhubung ke Access Point, berdasarkan MAC Address masing-masing perangkat.

Selanjutnya, klik kanan pada MAC Address yang telah dipilih, lalu pilih opsi Copy to Access List untuk menambahkan perangkat tersebut ke dalam Access List.




Setelah semua MAC Address berhasil disalin, buka menu Access List untuk melihat daftar alamat MAC yang telah dimasukkan. Jika daftar tersebut sudah menampilkan MAC Address yang sebelumnya disalin, berarti proses penambahan ke Access List berhasil dilakukan.



3. Kemudian, pada menu Access List, klik MAC Address perangkat yang ingin diatur, lalu pilih interface wlan1 sebagai jalur koneksi. Setelah itu, aktifkan opsi Authentication atau Forwarding sesuai kebutuhan. Jika pengaturan sudah sesuai, klik Apply lalu OK untuk menyimpan rule, sehingga perangkat tersebut diizinkan atau diatur aksesnya pada Access Point.





Pada bagian Authentication maupun Forwarding akan berubah menjadi “no” karena pada rule Access List yang dibuat, kedua opsi tersebut tidak diaktifkan. Hal ini berarti perangkat tidak diizinkan melakukan proses autentikasi maupun meneruskan trafik melalui Access Point.



4. Kemudian, pilih 1 MAC Address atau 1 perangkat laptop yang ingin dimasukkan ke dalam Connect List. Fitur Connect List berfungsi untuk mengatur proses koneksi perangkat ke Access Point, termasuk memberikan batas waktu atau durasi tertentu saat perangkat mencoba terhubung ke jaringan. Caranya, klik kanan pada MAC Address yang dipilih, lalu pilih opsi Copy to Connect List untuk menambahkan perangkat tersebut ke dalam Connect List



Setelah MAC Address berhasil disalin, buka menu Connect List untuk melihat daftar alamat MAC yang telah dimasukkan. Jika daftar tersebut sudah menampilkan MAC Address yang sebelumnya disalin, berarti proses penambahan ke Connect List berhasil dilakukan.



5. Sebelum melakukan konfigurasi Connect List, masuk terlebih dahulu ke menu IP → DHCP Server. Caranya, klik menu IP, lalu pilih DHCP Server.



Selanjutnya, pilih bagian Leases, lalu klik kanan pada MAC Address atau perangkat laptop yang ingin dikonfigurasi ke Connect List. Setelah itu, pilih opsi Make Static.



Pada bagian ini terlihat bahwa setelah opsi Make Static dipilih, status yang sebelumnya Dynamic atau ditandai dengan huruf “D” akan berubah menjadi Static. Hal ini menandakan bahwa alamat IP perangkat tersebut telah berhasil dijadikan tetap (static).



6. Selanjutnya kita klik IP dan pilih menu Firewall.



Kemudian, tambahkan Filter Rules dengan cara klik tanda “+” untuk membuat rule baru. Pada bagian Src. Address, isi sesuai dengan alamat IP yang diperoleh dari laptop yang ingin dikonfigurasi ke Connect List. Alamat IP ini dapat dilihat pada menu IP → DHCP Server → Leases. Sebagai contoh, pada konfigurasi ini digunakan alamat IP 18.18.18.249. Setelah mengisi bagian tersebut, pilih tab Extra untuk melanjutkan proses konfigurasi.


Selanjutnya, tambahkan Filter Rules kedua dengan cara klik tanda “+” untuk membuat rule baru. Pada bagian Src. Address, isi sesuai dengan alamat IP laptop yang ingin dikonfigurasi ke Connect List. Alamat IP ini dapat dilihat pada menu IP → DHCP Server → Leases. Sebagai contoh, pada konfigurasi ini digunakan alamat IP 18.18.18.249. Setelah mengisi bagian tersebut, pilih tab Extra untuk melanjutkan konfigurasi.


Setelah itu, pada pengaturan waktu yang kedua, di bagian Time diisi 12:59:59–23:59:59, kemudian klik Apply dan OK.



7. Selanjutnya, pada daftar Filter Rules akan terlihat rule yang tadi ditambahkan, menandakan bahwa konfigurasi telah berhasil dilakukan. Namun, rule tersebut berstatus inactive time karena belum ada paket yang memenuhi kriteria rule, seperti alamat IP sumber atau tujuan. Artinya, belum ada trafik yang melewati rule tersebut sehingga secara fungsional rule belum aktif.




SEKIAN TUTORIAL ACCESS LIST DAN CONNECT 
LIST DARI SAYA SEMOGA BERMANFAAT








Minggu, 29 Maret 2026

LAB 5.3 VIRTUAL ACCESS POINT

Virtual Access Point (VAP) adalah fitur pada router atau access point yang memungkinkan satu perangkat Wi-Fi membuat beberapa jaringan (SSID) sekaligus, sehingga satu router bisa memiliki beberapa nama Wi-Fi dengan fungsi berbeda, misalnya untuk memisahkan jaringan karyawan dan tamu, yang masing-masing memiliki pengaturan akses dan keamanan sendiri, sehingga jaringan menjadi lebih fleksibel, aman, dan efisien tanpa perlu menambah perangkat baru.


BERIKUT LANGKAH-LANGKAH:


R1-ISP

1. Buka Winbox lalu hubungkan ke Router1 menggunakan MAC Address agar tetap bisa login meskipun router belum memiliki IP Address.



2. Setelah berhasil masuk, buka New Terminal lalu ketik perintah "system identity set name=ISP-Kelompok15" kemudian tekan Enter untuk mengubah identitas router menjadi ISP-Kelompok15 yang berfungsi sebagai ISP atau pemancar pada konfigurasi ini.


3. Masuk ke menu Wireless lalu aktifkan wlan1 dengan mencentangnya agar interface wireless dapat digunakan untuk koneksi jaringan.



4. Pada Wireless Tables masuk ke Security Profiles lalu klik tanda (+) untuk menambahkan password, ubah mode menjadi Dynamic Keys, centang WPA PSK dan WPA2 PSK, isi password sesuai WiFi yang terhubung ke laptop, kemudian klik Apply dan OK hingga muncul profile1 yang akan digunakan sebagai pengaman koneksi wireless.


Nah bisa dilihat di sini sudah muncul dengan nama profile1


5. Setelah itu pada wireless tables masuk lagi ke WIFI Interfaces kemudian klik 2× pada wlan lalu ubah Bandnya menjadi 2GHz-B/G/N, ubah frequency nya menjadi 2437, ubah ssdinya sesuai dengan nama wifi yang connect dengan laptop, lalu pada radioname kalian bisa beri nama ISP-Kelompok15 (ini hanya untuk indentitas saja) lalu pada security profiles ubah menjadi profile 1 (karena tadi security profiles nya sudah disetting menjadi profile 1) jika sudah klik scan.



Kemudian klik Start


Lalu pilih wifi yang tersambung di sini sebagai contoh, laptop saya connect ke wifi yang namanya p3k lalu klik wifinya kemudian kalian klik connect.


Jika sudah semua dilakukan lalu kalian klik apply lalu ok


Bisa dilihat di sini status pada wlan sudah R (running) yang menandakan bahwa sudah tersambung.


6. Masuk ke menu IP lalu pilih DHCP Client kemudian klik (+) dan pilih interface wlan1 karena wlan1 adalah interface yang terhubung langsung ke sumber internet sehingga router dapat meminta IP Address, Gateway, dan DNS secara otomatis, lalu klik Apply dan OK hingga DHCP Client berhasil dibuat.



Di sini ip dhcp client sudah berhasil dibuat


7. Kemudahan masuk ke menu Ip lalu pilih address untuk menambahkan ip address, lalu klik + untuk menambahkan, pada address tambahkan ip 31.31.31.1/24 (ip 31 saya dapatkan dari hasil pertambahan kelompok 15+16, sedangkan 1/24 digunakan sebagai subnet mask dengan total 255.255.255.0 agar jaringan dapat menampung banyak host dalam satu network, lalu klik Apply dan OK hingga address berhasil ditambahkan.



Di sini address sudah berhasil ditambah ke ether2


8. Masuk ke menu IP lalu pilih DHCP Server kemudian klik DHCP Setup untuk membuat layanan pembagian IP otomatis kepada client, pilih interface ether2 karena client akan terhubung melalui ether2, lalu klik Next sampai proses setup selesai agar router dapat membagikan IP secara otomatis ke perangkat yang terhubung.




9. Masuk ke New Terminal lalu ketik perintah ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=wlan1 action=masquerade untuk mengaktifkan NAT agar IP lokal dari ether2 dapat diterjemahkan menjadi IP dari wlan1 saat mengakses internet, dimana out-interface dipilih wlan1 karena wlan1 adalah jalur keluar menuju internet, kemudian cek dengan perintah ip firewall nat print untuk memastikan rule NAT sudah aktif.


10. Lakukan pengujian jaringan dengan mengetik perintah ping 8.8.8.8 untuk memastikan koneksi internet aktif dan ping google.com untuk memastikan DNS berjalan dengan baik, jika reply maka konfigurasi berhasil.



BERIKUT LANGKAH-LANGKAH: 

R2-PENERIMA

1. JIka suda menyeting ke router1 kemduain kita akan setting pada Router2, Masuk winbox menggunakan mac addres yang didapat dari router 2


2. JIka sudah masuk ke new terminal lalu beri identitas paada routerr 2 dengan mengetk pertintah "system identity set name=VAP-Kelompok16" lalu klik enter.



3. Lalu masuk ke menu IP lalu pilih DHCP Client, kemudian pada menu DHCP Client klik + lalu pada DHCP pilih Interfacenya menjadi ethrt1 lalu appply ok.



nah bisa dilihat di sini ether1 sudah bersatus bound


4. Kemudian masuk lagi ke new terminal lalu cek ping 8.8.8.8 enter.


5. Masuk ke menu Wireless lalu aktifkan wlan1 dengan mencentangnya agar interface wireless dapat digunakan untuk koneksi jaringan.


6. Pada Wireless Tables masuk ke Security Profiles lalu klik tanda (+) untuk menambahkan password, ubah mode menjadi Dynamic Keys, centang WPA PSK dan WPA2 PSK, isi password, kemudian klik Apply dan OK hingga muncul profile1 yang akan digunakan sebagai pengaman koneksi wireless.



7. Kemudian masuk ek WIFI-Interface lalu klik 2 kali pda wlan1, ubah modenya menjadi ap bridge, band menjadi 2GHz-B/G/H, frequency menjadi 2422, ssidnya menjadi Kelompok 15-16, ubah security profilenya menjadi profile1, lalu apply ok.


8. Jika sudah semua lalu pada cek pada pengaturan wifi apakah wifi yang tadi dinuat sudah mencul.


9. Selanjutnya tambahkan IP Address yang akan digunakan sebagai gateway bagi perangkat yang terhubung ke SSID tersebut. Caranya, masuk ke menu IP, lalu pilih Addresses.


10. Kemudian tambahkan IP untuk wlan1 dengan cara klik tanda “+”. Pada bagian Address, isi dengan hasil gabungan nomor absen anggota kelompok. Contohnya 12 + 6 = 18, sehingga Address diisi “18.18.18.1/24”, lalu ubah Interface menjadi wlan1. Setelah itu, klik Apply dan OK.



11. Kemudian buat VAP (Virtual Access Point) dengan membuka menu Wireless, lalu klik tombol “+” dan pilih opsi Virtual untuk menambahkan interface wireless virtual baru pada router


Pada bagian Mode ubah menjadi “ap bridge”, kemudian pada SSID sesuaikan dengan kelompok, yaitu “TamuKelompok15-16”. Pada Master Interface pilih “wlan1”, lalu pada Security Profile ubah menjadi “default”. Setelah itu, klik Apply lalu OK untuk menyimpan interface baru.


Pada bagian ini dapat dilihat bahwa interface wlan2 yang baru dibuat sudah muncul pada daftar WiFi Interface, yang berarti interface tersebut berhasil ditambahkan.


12. Setelah itu, berikan password untuk VAP yang sudah dibuat dengan membuka menu Security Profiles, lalu klik tombol “+” untuk membuat profil keamanan baru. Selanjutnya pada menu Security Profiles, pada kolom Name isi dengan “profile2”, lalu ubah Mode menjadi Dynamic Keys. Pada bagian Authentication Types, centang WPA PSK dan WPA2 PSK. Kemudian pada bagian WPA/WPA2 Pre-Shared Key, masukkan password yang diinginkan untuk interface baru, yaitu “Kelompok16-15”. Jika semua pengaturan sudah benar, klik Apply lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.


13. Selanjutnya buka kembali menu Wireless Interfaces, lalu double-click wlan2 (interface virtual yang telah dibuat). pada bagian Security Profile pilih profil keamanan yang telah dibuat sebelumnya. Pada opsi Master Interface, pilih wlan1 karena interface tersebut merupakan interface fisik utama yang menjadi dasar bagi VAP, sehingga wlan2 dapat memancarkan sinyal melalui radio yang sama. Jika semua pengaturan sudah benar, klik Apply lalu OK untuk menyimpan konfigurasi.



Setelah konfigurasi di-Apply, SSID yang baru dibuat akan muncul pada daftar jaringan WiFi di perangkat kalian.


14. Karena SSID dari wlan2 sudah terlihat namun belum dapat digunakan, kita perlu menambahkan IP Address sebagai gateway untuk interface tersebut. Caranya, masuk ke menu IP, lalu pilih Addresses.


Kemudian tambahkan IP untuk wlan2 dengan cara klik tanda “+”. Pada bagian Address, isi dengan hasil gabungan nomor absen anggota kelompok. Contohnya 39 + 2 = 41, sehingga Address diisi “41.41.41.1/24”, lalu ubah Interface menjadi wlan2. Setelah itu, klik Apply dan OK.



15. Selanjutnya masuk ke menu IP dan pilih yang bagian DHCP Server.


Selanjutnya lakukan konfigurasi DHCP Server dengan memilih menu DHCP Setup. Pada bagian DHCP Server Interface, pilih wlan1, kemudian tekan Next atau Enter hingga proses konfigurasi selesai.


16. Kemudian pada interface wlan2 kita akan mengaktifkan fitur Hotspot. Masuk ke menu IP, pilih Hotspot, lalu klik Hotspot Setup untuk memulai proses konfigurasi.


Lalu pada bagian HotSpot Interface pilih wlan2, kemudian klik Next hingga muncul bagian DNS Name, lalu isi dengan nama bebas yang diakhiri .net (contoh: Kelompok15-16.net). Setelah itu lanjutkan ke pengaturan username dan password Hotspot. Biasanya username default adalah admin dan password dapat dikosongkan atau disesuaikan. Klik Next hingga proses selesai. Jika konfigurasi berhasil, setiap perangkat yang terhubung ke wlan2 harus melakukan login terlebih dahulu sebelum dapat mengakses internet.



Pada bagian ini kita bisa lihat bahwa konfigurasi Hotspot yang tadi kita lakukan sudah terdaftar atau sudah berhasil kita Setup.


17. Selanjutnya, tambahkan konfigurasi NAT agar koneksi dari jaringan lokal dapat diteruskan ke R1 melalui ether1. Caranya, masuk ke menu IP, pilih Firewall, buka tab NAT, lalu klik tombol “+” untuk membuat rule baru.




18. Pada tab General, pastikan Chain diatur ke srcnat, lalu pada bagian Out. Interface pilih ether1, karena R2 terhubung ke R1 melalui interface tersebut. Kemudian pindah ke tab Action, ubah Action menjadi masquerade, lalu klik Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan.



19. Selanjutnya lakukan pengujian koneksi WiFi dengan menghubungkan laptop ke SSID wlan1 yang sudah dibuat sebelumnya. Setelah terhubung, buka Control Panel, masuk ke Network and Internet, lalu pilih Network Connections. Klik pada WiFi, pilih Status, kemudian tekan Details untuk melihat informasi jaringan seperti IPv4 Address, Gateway, dan DNS yang diberikan oleh router.



Selanjutnya, coba lakukan ping ke 8.8.8.8 melalui CMD. Caranya, buka aplikasi CMD, lalu ketik "ping 8.8.8.8" dan tekan Enter. Jika hasilnya Reply, berarti laptop berhasil terhubung ke internet melalui jaringan yang telah dikonfigurasi.


20. Untuk wlan2, pengujian dilakukan menggunakan handphone. Sambungkan handphone ke SSID wlan2, dan setelah terhubung akan muncul halaman login karena interface ini menggunakan sistem Hotspot. Pada halaman login, masukkan username: admin dan biarkan password kosong, lalu tekan Connect hingga perangkat berhasil tersambung ke internet. Login ini diperlukan karena fitur Hotspot menggunakan mekanisme autentikasi, sehingga setiap perangkat yang terhubung harus melakukan login terlebih dahulu sebelum dapat mengakses internet.


21. Untuk melihat jumlah dan daftar perangkat yang terhubung ke wlan1 maupun wlan2, buka menu Wireless, lalu masuk ke tab Registration untuk menampilkan perangkat yang sedang terkoneksi secara nirkabel. Selain itu, kalian juga dapat memeriksa melalui menu IP → DHCP Server → Leases untuk melihat perangkat mana saja yang telah mendapatkan IP Address dari router.



SEKIAN TUTORIAL VIRTUAL ACCESS POINT 
DARI SAYA SEMOGA BERMANFAAT



































LAB 5.4 TOOLS WIRELESS

  TOOLS WIRELESS  adalah alat atau perangkat yang digunakan untuk membuat, mengatur, dan mengelola jaringan tanpa kabel (nirkabel) . Artinya...