Access List (ACL) adalah sekumpulan aturan yang digunakan untuk mengatur dan membatasi lalu lintas jaringan. ACL bekerja dengan cara menentukan apakah suatu paket data diizinkan (permit) atau ditolak (deny) berdasarkan kriteria seperti alamat IP, port, atau protokol. Fungsi utamanya adalah untuk menjaga keamanan jaringan dan mengontrol akses pengguna agar sesuai dengan kebijakan yang diterapkan, misalnya hanya perangkat tertentu yang boleh mengakses server atau internet.
Connect List adalah daftar yang menampilkan perangkat atau pengguna yang sedang terhubung ke jaringan secara aktif. Informasi yang ditampilkan biasanya meliputi alamat IP, MAC address, dan status koneksi. Connect list digunakan untuk keperluan monitoring jaringan, sehingga dapat diketahui siapa saja yang sedang menggunakan jaringan, mendeteksi perangkat asing, serta mengawasi penggunaan bandwidth.
BERIKUT LANGKAH-LANGKAH:
1. Langkah pertama, hubungkan 4 handphone dan 1 laptop ke SSID yang telah dibuat, yaitu Kelompok9-10. Setelah semua perangkat terhubung, buka menu Wireless, lalu pilih bagian Registration untuk melihat daftar perangkat yang terkoneksi pada interface wlan1.
Di sini akan terlihat bahwa terdapat 4 handphone, 1 laptop, serta perangkat client/R2 yang berhasil terhubung ke wlan1. Selain itu, informasi perangkat yang terhubung juga dapat dicek melalui menu IP → DHCP Server → Leases, untuk melihat perangkat mana saja yang telah mendapatkan IP Address dari router.


2. Setelah itu, pilih 2 alamat MAC Address atau 2 perangkat handphone yang ingin dimasukkan ke dalam Access List. Fitur Access List berfungsi untuk mengatur perangkat mana saja yang diizinkan atau diblokir untuk terhubung ke Access Point, berdasarkan MAC Address masing-masing perangkat.
Selanjutnya, klik kanan pada MAC Address yang telah dipilih, lalu pilih opsi Copy to Access List untuk menambahkan perangkat tersebut ke dalam Access List.

Setelah semua MAC Address berhasil disalin, buka menu Access List untuk melihat daftar alamat MAC yang telah dimasukkan. Jika daftar tersebut sudah menampilkan MAC Address yang sebelumnya disalin, berarti proses penambahan ke Access List berhasil dilakukan.
3. Kemudian, pada menu Access List, klik MAC Address perangkat yang ingin diatur, lalu pilih interface wlan1 sebagai jalur koneksi. Setelah itu, aktifkan opsi Authentication atau Forwarding sesuai kebutuhan. Jika pengaturan sudah sesuai, klik Apply lalu OK untuk menyimpan rule, sehingga perangkat tersebut diizinkan atau diatur aksesnya pada Access Point.
Pada bagian Authentication maupun Forwarding akan berubah menjadi “no” karena pada rule Access List yang dibuat, kedua opsi tersebut tidak diaktifkan. Hal ini berarti perangkat tidak diizinkan melakukan proses autentikasi maupun meneruskan trafik melalui Access Point.
4. Kemudian, pilih 1 MAC Address atau 1 perangkat laptop yang ingin dimasukkan ke dalam Connect List. Fitur Connect List berfungsi untuk mengatur proses koneksi perangkat ke Access Point, termasuk memberikan batas waktu atau durasi tertentu saat perangkat mencoba terhubung ke jaringan. Caranya, klik kanan pada MAC Address yang dipilih, lalu pilih opsi Copy to Connect List untuk menambahkan perangkat tersebut ke dalam Connect List
Setelah MAC Address berhasil disalin, buka menu Connect List untuk melihat daftar alamat MAC yang telah dimasukkan. Jika daftar tersebut sudah menampilkan MAC Address yang sebelumnya disalin, berarti proses penambahan ke Connect List berhasil dilakukan.
5. Sebelum melakukan konfigurasi Connect List, masuk terlebih dahulu ke menu IP → DHCP Server. Caranya, klik menu IP, lalu pilih DHCP Server.
Selanjutnya, pilih bagian Leases, lalu klik kanan pada MAC Address atau perangkat laptop yang ingin dikonfigurasi ke Connect List. Setelah itu, pilih opsi Make Static.
Pada bagian ini terlihat bahwa setelah opsi Make Static dipilih, status yang sebelumnya Dynamic atau ditandai dengan huruf “D” akan berubah menjadi Static. Hal ini menandakan bahwa alamat IP perangkat tersebut telah berhasil dijadikan tetap (static).
6. Selanjutnya kita klik IP dan pilih menu Firewall.
Kemudian, tambahkan Filter Rules dengan cara klik tanda “+” untuk membuat rule baru. Pada bagian Src. Address, isi sesuai dengan alamat IP yang diperoleh dari laptop yang ingin dikonfigurasi ke Connect List. Alamat IP ini dapat dilihat pada menu IP → DHCP Server → Leases. Sebagai contoh, pada konfigurasi ini digunakan alamat IP 18.18.18.249. Setelah mengisi bagian tersebut, pilih tab Extra untuk melanjutkan proses konfigurasi.
Selanjutnya, tambahkan Filter Rules kedua dengan cara klik tanda “+” untuk membuat rule baru. Pada bagian Src. Address, isi sesuai dengan alamat IP laptop yang ingin dikonfigurasi ke Connect List. Alamat IP ini dapat dilihat pada menu IP → DHCP Server → Leases. Sebagai contoh, pada konfigurasi ini digunakan alamat IP 18.18.18.249. Setelah mengisi bagian tersebut, pilih tab Extra untuk melanjutkan konfigurasi.
Setelah itu, pada pengaturan waktu yang kedua, di bagian Time diisi 12:59:59–23:59:59, kemudian klik Apply dan OK.
7. Selanjutnya, pada daftar Filter Rules akan terlihat rule yang tadi ditambahkan, menandakan bahwa konfigurasi telah berhasil dilakukan. Namun, rule tersebut berstatus inactive time karena belum ada paket yang memenuhi kriteria rule, seperti alamat IP sumber atau tujuan. Artinya, belum ada trafik yang melewati rule tersebut sehingga secara fungsional rule belum aktif.
SEKIAN TUTORIAL ACCESS LIST DAN CONNECT
LIST DARI SAYA SEMOGA BERMANFAAT